Di era yang serba modern ini, kita pasti akan sangat jarang melihat anak – anak yang memainkan permainan tradisional bahkan permainan seperti mobil – mobilan atau boneka yang sudah termasuk pada kategori permainan baru. saat ini, anak banyak dimanjakan oleh kecanggihan teknologi, salah satunya adalah tablet. Anak menggunakan tablet pada umumnya untuk bermain. Ada ratusan permainan yang dapat diunduh dan dijalankan dalam tablet, apalagi banyak tablet terbaru yang menawarkan beragam aplikasi untuk memanjakan anak.

Sebagai orang tua, tentunya kita harus cermat dalam memberikan fasilitas teknologi seperti tablet. Salah memberikan fasilitas akan berdampak buruk pada anak. Jika anak hanya terus fokus pada permainan, maka itu akan membuat anak malas dan tidak mau belajar Kini, anda bisa melakukan perubahan pada kebiasaan anak dalam memainkan tablet mereka. Tablet haruslah digunakan untik belajar dan memberikan dampak yang bisa mencerdaskan anak. Banyak produk tablet terbaru yang dilengkapi dengan mesin pacu dan fitur yang mendukung hal tersebut. nah, berikut ini ada tips dalam memilih tablet yang bisa mencerdaskan anak, diantaranya:

1. Pilih tablet dengan ukuran yang pas ditangan anak. Terkadang, ada beberapa tablet yang memiliki ukuran dan berat yang kurang pas untuk anak. Ada tablet yang terlalu besat dalam genggaman anak, ada juga tablet yang terlalu berat digenggam anak. Tablet untuk anak harus memiliki ukuran yang pas dengan berat yang ringan dan memiliki bodi yang tidak licin sehingga tablet tidak mudah tergelincir dan jatuh

2. Berikan tablet dengan fitur yang pas untuk anak. Misalnya, jika anak ingin memainkan beberapa aplikasi pembelajaran, anda dapat memberikan tablet dengan kejernihan layar yang tepat dan mesin pacu yang cukup agar anak nyaman dalam menjalankan aplikasi pembelajaran.

3. Berkan kapasitas memori yang cukup. memori yang terlalu besar dikhawatirkan akan membuat anak meminta banyak aplikasi yang kurang baik untuk pendidikan. Sebaiknya, pilih tablet dengan kapasitas memori secukupnya yang bisa diisi aplikasi yang berguna bagi anak.

4. Awasi beragam aplikasi yang tidak penting atau dirasa tidak terlalu perlu untuk digunakan anak. Misalnya, anak tidak perlu menggunakan aplikasi untuk orang dewasa yang tidak bisa mereka gunakan atau dirasa akan membahayakan.