Prediksi Masa Subur dengan Metode Suhu Basal Tubuh

Suhu Basal Tubuh


Perlu dipahami jika suhu basal merupakan suhu tubuh terendah diwaktu kamu beristirahat atau tidur. Perubahan suhu basal tubuh bisa menjadi tanda kapan waktunya kamu berovulasi. Jadi, ovulasi merupakan peristiwa pada waktu telur yang sudah matang yang dilepaskan dari salah satu ovarium kamu. Apabila telur kamu terbuahi oleh sperma dan menempel pada rahim, maka kamu akan mengalami hamil. Jadi, jika kamu bisa mengetahui perubahan suhu tubuh basal, maka kamu dapat mengetahui apakah kamu berovulasi untuk kemudian memprediksi kapan sebaiknya kamu berhubungan intim dengan pasangan supaya dapat hamil. 


Suhu Basal Tubuh
Nah, buat mengetahui suhu basal bisa kamu ukur pada pagi hari, tepatnya setelah kamu bangun tidur. Mengenai alat yang digunakan buat itu adalah termometer basal. Termometer yang digunakan melalui dubur atau mulut, yaitu termometer jenis merkuri yang berbentuk mirip termometer pengukur deman. Selain itu, termometer lainnya adalah termometer digital yang biasanya digunakan di mulut saja yaitu dari Femometer. kamu juga harus mencatat dan mengukur suhu tubuh di waktu yang sama dalam setiap harinya. Jadi, untuk suhu tubuh yang normal adalah 35 hingga 36 derajat Celcius bergantung pada individu dan suhu tempat tinggalnya. 

Ketika tubuh berovulasi, maka tubuh akan mengalami kenaikan suhu basal tubuh sekitar 0,5 derajat Celcius. Bahkan, suhu basal bisa naik sampai 37-38 derajat Celsius hingga pada hari pertama menstruasi kamu untuk kemudian turun lagi menjadi normal. Semua itu dikarenakan sesudah ovulasi, indung telur akan mengeluarkan hormon progesteron yang akan memanaskan tubuh kamu dan mempersiapkan rahim untuk kehamilan. Jika suhu tubuh tidak mengikuti pola ini, maka kemungkinannya kamu akan mengalami masalah pada masa subur. 

Maka dari itu, tujuan pencatatan suhu basal sebenarnya ialah buat memprediksi apakah kamu berovulasi dengan normal setiap bulannya atau tidak sehingga kamu bisa memprediksi kapan kamu berhubungan intim untuk memeroleh keturunan. Maka ini artinya, pencatatan lewat metode suhu tubuh basal memang sangat penting untuk dilakukan lebih dari satu bulan dan dilakukan pencatatan setiap hari pada masa subur dan saat menstruasi. Apabila setiap bulannya kamu menemukan perubahan suhu tubuh sesuai pola yang telah disebutkan di atas, maka kamu kemungkinan akan kehamilan kamu cukup tinggi. Jika tidak, kamu perlu pergi ke dokter untuk mengetahui masalah yang sebenarnya terjadi. 


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.